Jumat, 07 Desember 2012

pengaruh budaya terhadap kesehatan


BAB I
PENDAHULUAN

  1.1        Latar Belakang Masalah
            Pengaruh nilai sosial budaya terhadap kesehatan dan kehidupan remaja pada saat ini sangat bebas. Anak remaja bergaul dengan bebas karena terpengaruh dari kebudayaan luar yang tidak baik, dengan cara mengikuti gaya hidup yang tidak baik seperti memakai pakaian-pkaian yang tidak sopan dan pacaran yang melampaui batasannya.
            Semua ini terjadi karena pergaulan pada saat ini sangat bebas dan anak remaja pada saat ini mudah terpengaruh oleh budaya-budaya luar yang tidak baik. Dan semua ini juga terjadi karena kurangnya didikan dari orang tua terhadap anak-anaknya.
            Anak remaja pada saat ini berpikiran bahwa dengan mengikuti dan meniru budaya-budaya baru yang masuk ke lingkungan mereka adalah tindakan baik agar tidak tertinggal oleh zaman.
             Akan tetapi budaya seperti apa dulu yang baik untuk ditiru itu, kita harus bisa memilih dan menyaring budaya-budaya luar yang masuk pada lingkungan kita. Karena budaya yang masuk ke lingkungan kita tidak semuanya baik, kebanyakan yang berdampak negatif terhadap keidupan kita.
            Apalagi pada saat ini adalah era globalisasi dimana banyak budaya asing yang masuk yang sangat berpengaruh terhadap pergaulan anak remaja dan semua orang. Apabila kita tidak bisa memilih dan menyaring budaya asing yang masuk maka kita akan terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.
  1.2        Batasan Masalah
            Makalah ini hanya di fokuskan pada anak remaja kelas 1 sampai kelas 3 SMA, yang sedang dalam masa transisi dari remaja menuju dewasa. Pada masa-masa ini sangat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang datang ke lingkungan kehidupan mereka.
  1.3        Rumusan Masalah
1.     Apa penyebab anak remaja mudah terpengaruh budaya asing?
2.     Apa pengaruhnya terhadap terhadap kesehatan anak remaja?
3.     Faktor penyebab pergaulan bebas remaja?
  1.4        Tujuan
1.     Untuk memaparkan pengaruh budaya asing terhadap remaja.
2.     Untuk memaparkan bagaimana dampak budaya asing terhadap pergaulan dan kesehatan reproduksi remaja.
  1.5        Manfaat
1.     Agar anak remaja bisa memilih pengaruh budaya-budaya asing yang masuk kelingkungan mereka tinggal.
2.     Agar anak remaja dapat membedakan budaya-budaya yang baik dan yang buruk bagi kehidupan mereka.
3.     Agar anak remaja dapat mengetahui bagaimana dampak dari budaya yang tidak baik terhadap kesehatan reproduksi mereka karena pergaulan bebas.
  1.6        Metode Penyusunan
            Metode penyusunan yang dilakukan adalah studi pustaka. Studi pustaka yang dimaksud adalah dengan mencari referensi-referensi dari internet dan buku.


BAB II
PEMBAHASAN
  2.1        Definisi
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Masa remaja menunjujukan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memeperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status sebagai anak (Colon, dalam Monks, dkk 1994). Menurut Rumini dan Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
Berdasarkan beberapa pengertian remaja yang telah dikemukakan para ahli, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dan ditandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis dan sosial.
  2.2        Hubungan Nilai Budaya dengan Remaja

Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa sebagaimana juga budaya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetik. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Kebudayaan sangat mempengaruhi kehidupan seorang individu. Apalagi nilai kebudayaan pada saat ini banyak terpengaruh oleh budaya luar atau budaya asing yang masuk ke lingkungan kehidupan masyarakat. Banyak orang-orang yang terpengaruh oleh nilai budaya asing baik itu nilai budaya yang baik ataupun yang tidak baik.
Nilai budaya asing yang masuk ke lingkungan kehidupan kita sangat mudah mempengaruhi orang-orang. Apalagi terhadap anak remaja yang sedang berada dalam masa transisi atau masa peralihan.
Remaja sering mengikuti perubahan-perubahan nilai budaya yang masuk ke lingkungan mereka. Apalagi pengaruh informasi global (paparan media audio-visual) yang semakin mudah diakses justru memancing anak remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiaasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman berakohol, penyalahgunaan obat dan suntikan terlarang, perkelahian antar-remaja atau tawuran.
Pada akhirnya, secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantarkan mereka pada kebiasaan berperilaku seksual yang berisiko tinggi, karena kebanyakan remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas serta tidak memiliki akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, termasuk kontrasepsi.
Kebutuhan dan jenis risiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja mempunyai ciri yang berbeda dari anak-anak ataupun orang dewasa. Jenis risiko kesehatan reproduksi yang harus dihadapi remaja antara lain adalah kehamilan, aborsi, penyakit menular seksual (PMS), ke-kerasan seksual, serta masalah keterbatasan akses terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan, yaitu tuntutan untuk kawin muda dan hubungan seksual, akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan gender, kekerasan seksual dan pengaruh media massa maupun gaya hidup.
Khusus bagi remaja putri, mereka kekurangan informasi dasar mengenai keterampilan menegosiasikan hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih kecil untuk mendapatkan pendidikan formal dan pekerjaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan dan pemberdayaan mereka untuk menunda perkawinan dan kehamilan serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki (FCI, 2000). Bahkan pada remaja putri di pedesaan, haid pertama biasanya akan segera diikuti dengan perkawinan yang menempatkan mereka pada risiko kehamilan dan persalinan dini.

  2.3        Faktor Penyebab Penyebab Pergaulan Bebas Remaja
1.    Faktor agama dan faktor iman
Faktor ini adalah hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Apabila kurang pengetahuan akan agama dan kurangnya iman yang tertanam di dalam diri kita, maka akan sangat mudah setan-setan yang ada di dalam diri atau fikiran kita mendorong untuk melakukan hal-hal negatif yang sangat bertentangan dengan agama dan hukum yang berlaku. Namun jika memiliki pengetahuan akan agama dan iman yang kuat, insya Allah kita tidak akan mudah terpegaruh dan terjerumus ke dalam hal-hal negatfi tersebut. Karena otomatis kita akan langsung memikirkan dampak apa yang akan terjadi ke depannya atau di kemudian hari.
2.    Faktor lingkungan
Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap pergaulan bebas remaja contohnya orang tua, teman dan tetangga. Dari faktor ini tidak sedikit anak remaja yang terjerumus kedalam pergaulan bebas di karenakan ada masalah di dalam keluarganya atau yang sering mereka sebut dengan broken home. Dan yang menjadi penyebab yang sering terjadi juga adalah karena terjerumus atau terpengaruh oleh temannya demi mendapatkan pujian atau ingin di bilang “gaul”.
3.    Faktor pengetahuan
Faktor pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan hal yang kita lakukan dapat memudahkan kita terjerumus ke dalam hal hal yang negatif. Pada umumnya kita sebagai seorang remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, apabila menemukan atau melihat suatu hal yang baru maka otomatis mereka akan ingin merasakannya atau mencobanya.
4.    Faktor perubahan zaman
Faktor ini juga adalah hal yang cukup kuat menjadi penyebab pergaulan bebas di kalangan remaja. Karena di zaman sekarang banyak media yang mudah di akses oleh semua umur yang menyediakan tayangan tanyangan yang seharusnya hanya di tayangkan khusus orang dewasa.Namun karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi yang mendorong para remaja menggunakan atau melihat media untuk orang dewasa tersebut.Setelah melihat,otomatis rasa ingin tahu itu pun akan terus berkembang seperti ingin mengetahui rasa dan ingin mencoba hal yang baru dia lihat.Oleh karena itu pengawasan orang tua adalah hal yang sangat penting dalam faktor ini.
Namun semuanya kembali ke diri kita sendiri, mau menjadi orang yang seperti apa kita? Jauhilah pergaulan bebas dan hal hal negatif yang berdampak sangat merugikan bagi diri  kita sendiri. Kita harus dapat menempatkan diri sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntunan agama dan norma hukum yang berlaku agar terhidar dari hal-hal tersebut. Ingat kita sebagai remaja adalah calon penerus bangsa di masa depan, oleh karena itu jika kita melakukan hal-hal yang negatif tersebut mau jadi apa negara kita nanti. Maka mulai sekarang cobalah untuk mendekatkan diri kepada Tukan YME untuk mempertebal keimanan kita, karena iman adalah dasar yang paling utama di dalam diri kita sendiri.
  2.4        Dampak Pergaulan Bebas terhadap Remaja
Dampak pergaulan bebas remaja sangat berdampak sekali terhadap kesehatan mereka. Contohnya:

1.     Terjangkit obat-obatan terlarang.
2.     Terjangkit penyakit Human Immunodeficiany Virus atau Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
3.     Seks bebas
4.     Hamil di luar nikah
5.     Aborsi

Apalagi seks bebas yang sangat berdampak terhadap kesehatan remaja yang dapat menyebabkan remaja-remaja terjangkit penyakit AIDS / HIV bahkan sampai dapat menyebabkan kehamilan di luar nikah yang akhirnya berakhir pada tindakan aborsi. Padahal melakukan aborsi itu juga dapat membahayakan nyawa mereka sendiri.
Selain itu juga mereka bukan hanya berdosa telah melakukan hubungan seks secara bebas tetapi mereka juga berdosa karena telah membunuh janin yang ada dalam rahim mereka.
Begitu juga dengan obat-obatan terlarang yang dapat merusak kesehatan tubuh mereka. Karena apabila telah ketergantungan susah untuk di hentikan. Dan apabila di konsumsi akan menyebabkan organ-organ tubuh mereka mengalami kerusakan dan bila sudah sangat parah akan berujung pada kematian.

  2.5        Pencegahan Pergaulan Bebas Remaja

1.     Lebih mendalami nilai-nilai agama, etika, dan moral.
2.     Pengawasan dan perhatian orang tua kepada anaknya harus lebih diperbaiki lagi.
3.     Pendidikan dan penyuluhan tentang seks.
4.     Jika belum cukup umur diusahakan tidak boleh untuk berpacaran agar terhindar dari pergaulan bebas.


BAB III

PENUTUP


4.1          Simpulan
1.     Masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari anak ke dewasa yang sangat mudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang masuk ke lingkungan mereka tinggal.
2.     Pergaulan bebas sangat berdampak negatif terhadap kehidupan anak remaja.
3.     Lingkungan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi pergaulan remaja.
4.     Perhatian dan pengawasan orang tua merupakan hal yang sangat penting agar anak remaja tidak terjerumus pada pergaulan bebas.

4.2          Saran
1.     Kepada setiap orang tua harus lebih mendidik, memperhatikan, dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif.
2.     Bagi semua anak remaja harus lebih pintar lagi dalam memilih pergaulan dan jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan dan teman-teman yang tidak baik agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik.









                                                DAFTAR PUSTAKA      

Syafrudin, SKM, M.Kes dan Mariam N, SKM. (2010). Sosial Budaya Dasar. Jakarta: CV. Trans Info Media.
http://lianlubis.wordpress.com/2010/03/18/%E2%80%9Cdampak-pergaulan-bebas-terhadap-remaja/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

pengunjung

free hit counter